SUMENEP, Kilasmadura — Karang Taruna Laskar Obor berkolaborasi dengan SKK Migas – Kangean Energy Indonesia (KEI) menggelar pelatihan daur ulang sampah non-B3 bagi kelompok masyarakat rentan di Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Sabtu (15/8/2026). Program ini menyasar perempuan kepala keluarga hingga penyandang disabilitas guna menekan volume limbah sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.
Pelatihan yang melibatkan perwakilan warga dari berbagai dusun ini dirancang agar sampah tidak lagi dipandang sekadar limbah rumah tangga yang mencemari pulau, melainkan sumber daya bernilai jual tinggi.
Ketua Karang Taruna Laskar Obor, Imran, menyatakan para peserta langsung dibekali bahan praktik guna menghasilkan produk kerajinan daur ulang. Untuk memastikan program berkesinambungan, pihaknya berkomitmen memberikan pendampingan lanjutan hingga tahap pemasaran.
“Dari kegiatan ini kami berharap sampah bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomis. Kami akan terus memantau hasil karya peserta dan membantu membuka akses pasar agar terbentuk usaha mandiri,” ujar Imran.
Kendati demikian, Imran menyoroti kendala teknis yang masih dihadapi peserta dalam proses produksi, khususnya keterbatasan fasilitas penunjang seperti mesin jahit untuk pembuatan tas berbahan plastik daur ulang.
“Kami berharap Pemerintah Desa maupun KEI dapat mendukung penyediaan mesin jahit agar proses produksi berjalan maksimal,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Pagerungan Besar, Mursalin, memberikan apresiasi penuh atas inisiatif kolaboratif tersebut. Menurutnya, langkah ini menjadi solusi konkret yang mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan penguatan ekonomi lokal.
“Kolaborasi antara pemerintah desa, pemuda, dan SKK Migas KEI harus terus diperkuat. Keberhasilan program ini diukur dari keberlanjutan produksi, peluang usaha baru, serta kemandirian peserta di masa depan,” pungkas Mursalin.


