kilasmadura.com – Kabupaten Sumenep, yang terletak di ujung timur Pulau Madura, terus memukau wisatawan tidak hanya dengan keindahan alam dan kekayaan budayanya, tetapi juga dengan ragam kuliner khasnya yang menggugah selera. Dari hidangan legendaris yang telah turun-temurun hingga inovasi kuliner terbaru, Sumenep menawarkan petualangan rasa yang tak terlupakan bagi setiap pengunjung. Lantas, kuliner apa saja yang wajib dicoba dan di mana saja bisa menemukannya?
Menjelajahi Kelezatan Kuliner Khas Sumenep
Kuliner Sumenep dikenal kaya akan rempah dan cita rasa yang unik, seringkali menggunakan petis ikan sebagai bumbu rahasia. Berbagai hidangan telah menjadi ikon dan daya tarik utama bagi para pencinta makanan.
Hidangan Berat yang Mengenyangkan
- Kaldu Kokot: Salah satu makanan khas paling populer di Sumenep, Kaldu Kokot terbuat dari tulang sapi yang masih menyisakan sumsum dan daging, disajikan dengan kacang hijau rebus atau kedelai, lontong, taburan bawang goreng, sambal, kerupuk, dan kecap. Hidangan ini sering disajikan pada acara-acara besar seperti Hari Raya Idul Fitri dan banyak ditemukan di warung-warung legendaris seperti Kaldu Kokot Bu Adnan di Jl. Dr. Wahidin, Pajagalan, Kota Sumenep, yang juga menyajikan soto kikil dan rujak.
- Ayam Bumbu Hitam: Menu otentik yang tak tergantikan, warung Ayam Bumbu Hitam di Jl. Trunojoyo, Kota Sumenep, dikenal tidak pernah membuka cabang dan menjadi favorit lintas generasi. Ayamnya dimasak dengan bumbu hitam khas yang pekat dan rempah yang kuat, menghadirkan kelezatan luar biasa. Kuliner ini bahkan telah menjadi bagian dari identitas kota sejak tahun 1969.
- Campor: Kuliner khas Sumenep ini disajikan dengan kuah santan kental yang diracik dengan bumbu pilihan dan kaldu sapi. Isiannya terdiri dari lontong, mi soun, siraman bumbu kacang halus, dan taburan kecambah goreng, cocok disantap bersama keluarga.
- Soto Sabreng: Soto ini merupakan soto babat yang disajikan secara unik dengan lontong dan singkong rebus.
Sensasi Seafood Pesisir yang Menggoda
Sebagai kabupaten yang berbatasan langsung dengan Selat Madura, Sumenep juga menawarkan ragam kuliner berbahan dasar ikan dan hidangan laut segar.
- Pentol Ikan Kuah Pindang: Berbeda dari pentol pada umumnya, pentol ikan ini menggunakan ikan laut segar, seperti ikan cakalan, sebagai bahan utama. Disajikan dengan pilihan kuah rujak atau kuah pindang yang kaya rempah (bawang putih, bawang merah, kemiri, dan bumbu khas pesisir lainnya), hidangan ini sangat digemari dan sering diburu di Desa Legung Timur, Kecamatan Batang-Batang, terutama saat bulan Ramadan sebagai menu berbuka puasa.
- Pentol Gape: Jajanan ringan yang populer ini terbuat dari ikan tongkol yang dicampur tepung dan bumbu rempah, dicetak gepeng dan melingkar, dengan rasa gurih serta aroma ikan yang kuat.
- Aneka Olahan Seafood: Warung-warung seperti Warung Lesehan Ikan Bakar Karunia dan Warung Subur Ibu Su Mawar menyediakan beragam hidangan laut segar mulai dari ikan bakar (kakap merah, cakalang), udang tepung goreng, kerapu asam pedas, hingga kepiting asam manis. Jimbaran Bistro juga hadir dengan nuansa modern dan paket seafood lengkap yang menggoda selera.
Jajanan dan Manisan Khas
- Apen: Kue tradisional legendaris yang mirip serabi, terbuat dari tepung beras, santan, dan gula merah, disiram dengan kuah santan dan gula merah.
- Jubada (Jubede): Cemilan manis ini memiliki cita rasa khas gula merah dan mungkin sulit ditemukan di daerah lain, menjadikannya oleh-oleh unik dari Sumenep.
- Cake-Cake: Sebuah sup unik perpaduan keripik kentang renyah, cakwe gurih, dan kuah lezat berisi daging ayam, lidah sapi, wortel, kembang kol, serta kacang polong, bisa ditemukan di Resto Amanis.
Destinasi Kuliner Terkini dan Legendaris yang Wajib Dikunjungi
Sumenep terus berinovasi dalam mengembangkan destinasi kuliner, di samping mempertahankan warung-warung legendarisnya.
Pasar Kebun: Wisata Kuliner Baru Berkonsep Tradisional
Pada 20 April 2025, Pasar Kebun (atau Kebbhun Saroka Market) resmi dibuka di Desa Saroka, Kecamatan Saronggi, sekitar 11 km selatan pusat kota Sumenep. Pasar ini mengusung konsep tradisional dengan lapak bambu dan daun kelapa, menciptakan suasana nostalgia. Menariknya, transaksi di sini tidak menggunakan uang rupiah langsung, melainkan koin khusus yang ditukar di loket. Pasar ini beroperasi setiap hari Minggu dari jam 6 pagi hingga 2 siang, menawarkan beragam kuliner khas Madura yang mulai langka seperti Kocor Kuah, Lontong Sate, Cindul, Katemel, Lanon, Kacenel, Geddeng Kolop (pisang rebus khas Madura), dan Pattola. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, berharap Pasar Kebun dapat meningkatkan ekonomi lokal sekaligus melestarikan budaya kuliner Madura.
Warung dan Restoran Populer
- Warung Soto Rujak Selingkuh: Perpaduan unik antara bumbu kacang rujak dengan kuah soto babat ini menciptakan rasa khas yang digemari banyak orang.
- Ayam Brewok Sakera: Terkenal dengan olahan ayam dan bebeknya, tempat ini selalu ramai pengunjung dan juga menyajikan seafood, nasi goreng, dan aneka mi.
- Bebek Balap: Destinasi wajib bagi pencinta bebek, dengan bumbu yang pas dan dimasak sempurna.
- Mie Bajak & Kedai Mie Atuh: Menawarkan berbagai pilihan mi dengan harga terjangkau dan konsep kekinian.
- Beberapa restoran populer lainnya termasuk RM Pondok Salero, RM Cendana, AmanisH Resto, Matahari Depot, dan Waroeng Djati yang terkenal dengan masakan khas Sumenepnya.
Potensi Wisata Kuliner dan Ekonomi Kreatif
Kuliner tradisional Sumenep tidak hanya menjadi identitas budaya daerah, tetapi juga memiliki potensi besar untuk mendukung ekonomi kreatif masyarakat. Upaya pelestarian kuliner khas, seperti yang dilakukan oleh Pasar Kebun, menunjukkan komitmen untuk menjaga kekayaan rasa Sumenep agar tidak tergerus zaman. Dengan terus berkembangnya destinasi dan semakin dikenalnya keunikan rasa, wisata kuliner di Sumenep diproyeksikan akan terus menjadi daya tarik utama bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.


