Tanamkan Adab Keraton, SDN Pangarangan 1 Sumenep Gelar Upacara Berbahasa Madura Diiringi Gamelan

kilasmadura

Sumenep – Suasana khidmat nan sarat tradisi mewarnai halaman SDN Pangarangan 1, Kabupaten Sumenep. Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sumenep, pihak sekolah menggelar upacara bendera unik menggunakan pengantar bahasa Madura serta diiringi lantunan musik gamelan khas daerah pada Sabtu (31/10/2026).

Pelaksanaan upacara tersebut menghadirkan alumnus SDN Pangarangan 1 yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN), RBMS Hadi Pradipta (Gus Hadi), sebagai pembina upacara. Kehadirannya bertujuan untuk memotivasi para siswa sekaligus memperkuat pemahaman nilai-nilai kearifan lokal.

Dalam amanatnya, Gus Hadi menekankan bahwa pembentukan karakter generasi muda harus berjalan seimbang antara pencapaian akademis dan penguatan kearifan lokal, seni, serta tradisi Sumenep. Ia menegaskan pentingnya menjunjung tinggi adab dan etika sebelum menuntut ilmu.

“Siswa-siswi SDN Pangarangan 1 diharapkan lebih mengedepankan adab dan etika kepada teman, orang tua, guru, hingga lingkungan masyarakat sekitar,” ujar Gus Hadi saat memberikan pengarahan di portalmadura.com.

Selain memberikan petuah moral, Gus Hadi mengenalkan sosok Sultan Abdurrahman sebagai keteladanan intelektual dari Keraton Sumenep. Menurutnya, sang Sultan merupakan figur penguasa sekaligus ulama yang berhasil menguasai lebih dari tujuh bahasa asing meski di tengah keterbatasan fasilitas pada zamannya.

Kecerdasan Sultan Abdurrahman bahkan menjadikannya salah satu rujukan utama bagi Thomas Stamford Raffles saat menyusun buku monumental The History of Java. Gus Hadi menilai, dengan kemudahan akses informasi saat ini, generasi muda seharusnya terpacu untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.

Apresiasi setinggi-tingginya diberikan oleh pengurus DPP MAKN tersebut atas komitmen SDN Pangarangan 1 dalam merawat kebudayaan lokal, disertai janji dukungan penuh untuk kegiatan pelestarian warisan leluhur di lingkungan sekolah.

Pada kesempatan yang sama, Kepala SDN Pangarangan 1, Andilala, mengungkapkan visinya untuk mencetak lembaga pendidikan yang unggul berlandaskan budaya dan adab Keraton Sumenep. Langkah konkret yang disiapkan adalah melakukan penamaan 15 ruang kelas menggunakan nama-nama raja dan adipati Sumenep.

“Kami ingin mengenalkan warisan intelektual raja-raja Sumenep di setiap kelas yang dilengkapi deretan fakta sejarah. Harapannya, para siswa memiliki figur panutan yang menginspirasi mereka dalam menuntut ilmu,” tutur Andilala kepada portalmadura.com.

Berita Terkait:

Tinggalkan komentar