Petronas temukan cadangan hidrokarbon di Sumur Barokah-1 Jawa Timur

kilasmadura

Sumenep (kilasmadura.com) – Petronas melalui anak perusahaannya, Petronas North Ketapang menemukan cadangan hidrokarbon pertamanya di sumur eksplorasi Barokah‑1 di Wilayah Kerja North Ketapang, lepas pantai Jawa Timur.

Pengeboran sumur eksplorasi Barokah‑1 dimulai pada 30 November 2025 dan mencapai kedalaman sekitar 3.315 mtvdss (metres true vertical depth subsea).

Studi lanjutan akan dilakukan untuk mengukur secara menyeluruh potensi penemuan tersebut.

“Penemuan ini makin memperkuat kehadiran jangka panjang Petronas di Jawa
Timur,” kata Petronas Vice President of Exploration, Ahmad Faisal Bakar dalam keterangan tertulis yang diterima KilasMadura, Jumat (13/3).

Penemuan cadangan hidrokarbon di Barokah‑1 menegaskan potensi eksplorasi menjanjikan di Jawa Timur, khususnya di empat aset di wilayah utara Pulau Madura yang dikelola Petronas.

Hasil tersebut memperdalam pemahaman terhadap prospektivitas cekungan serta memperkuat komitmen Petronas dalam mendorong pertumbuhan yang terarah dan
mematangkan peluang yang dapat berkontribusi bagi lanskap energi yang berkelanjutan di Jawa Timur.

Pencapaian itu juga melengkapi momentum pengembangan Lapangan Hidayah yang tengah berjalan di Wilayah Kerja North Madura II yang telah mencapai Keputusan Investasi Akhir pada Oktober 2024, setelah penemuan minyak pada 2021.

Sementara Presiden Direktur Petronas North Ketapang, Yuzaini Md Yusof mengapresiasi dukungan para pemangku kepentingan selama kegiatan eksplorasi berlangsung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia dan para mitra atas kolaborasi yang telah memungkinkan keberhasilan program pengeboran ini,” katanya, menambahkan.

Kondisi tersebut sejalan
dengan upaya Petronas mendorong pertumbuhan hulu migas yang bertanggung jawab untuk mendukung sektor energi Indonesia.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto ikut menyambut baik penemuan tersebut.

“Penemuan hidrokarbon di Barokah‑1 menjadi kabar yang menggembirakan bagi industri hulu migas dan menjadi bukti penting bahwa potensi migas di wilayah Jawa Timur masih sangat menjanjikan,” katanya, menerangkan.

SKK Migas akan terus mendukung langkah Petronas dalam tahap evaluasi berikutnya agar potensi tersebut dapat segera diproduksikan untuk meningkatkan lifting migas dan mendukung tercapainya
ketahanan energi nasional.

Selain kontrak bagi hasil di Wilayah Kerja North Ketapang, Petronas juga operator di Wilayah Kerja Ketapang, North Madura II, Serpang di lepas pantai Jawa Timur, dan di Wilayah Kerja Bobara di lepas pantai Papua Barat.

Selain itu, Petronas menjadi mitra untuk enam Kontrak Bagi Hasil lainnya yang tersebar di darat dan lepas pantai Sumatra, Laut Natuna, Jawa Timur, serta Indonesia Timur. (KM-01)

Berita Terkait:

Tinggalkan komentar