Petronas siap produksi Lapangan Hidayah pada 2027

kilasmadura

Sumenep (kilasmadura.com) – Perusahaan minyak dan gas bumi (migas) Malaysia, Petronas siap memproduksi Lapangan Hidayah di Wilayah Kerja North Madura II lepas pantai Jawa Timur pada 2027.

“Saat ini, lapangan tersebut tengah memasuki tahap persiapan menuju produksi pertama yang ditargetkan pada 2027,” kata Vice President of Production Operations Petronas Indonesia, Wimbuh Nawa Nugroho dalam keterangan tertulis yang diterima KilasMadura, Sabtu (14/3).

Hal tersebut disampaikan Wimbuh dalam “Iftar Bersama Pemangku Kepentingan Pemerintah Kabupaten Sampang” di Surabaya pada Jumat (13/3).

Kegiatan itu menjadi wadah mempererat silaturrahim dan memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara Petronas Indonesia dan SKK Migas Jabanusa dengan para mitra strategis, khususnya pemangku kepentingan di Pemerintah Kabupaten Sampang dan Provinsi Jawa Timur.

Dalam acara tersebut, Wimbuh mengupas perkembangan salah satu proyek strategis Petronas Indonesia di Jawa Timur, yakni Lapangan Hidayah.

“Lapangan Hidayah diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pasokan energi di Jawa Timur sekaligus mendukung target
produksi energi nasional,” katanya, menerangkan.

Petronas Indonesia juga berkomitmen menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi melalui berbagai program dampak sosial.

Pada Ramadan tahun ini, Petronas Indonesia memberikan dukungan sosial bagi warga di Sampang melalui distribusi 300 paket berisi beras 3 kilogram dan 300 kain sarung.

Inisiatif itu merupakan bagian dari program tahunan yang dilaksanakan bersama SKK Migas Jabanusa dan para KKKS di wilayah tersebut.

Petronas Indonesia juga berencana mengadakan kegiatan buka puasa bersama dengan warga di Kecamatan Banyuates, Sampang, yang dihadiri sekitar 250 orang.

Tujuannya untuk memperkuat komunikasi dan membuka ruang dialog dengan masyarakat, khususnya tahapan pengembangan Lapangan Hidayah.

Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan mengapresiasi kegiatan silaturahmi tersebut sebagai wadah yang baik untuk mempererat kemitraan antara pemerintah daerah dan para pelaku industri hulu migas.

Hubungan yang baik antara pemerintah daerah, SKK Migas, dan para pelaku industri menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberlangsungan kegiatan energi dan kontribusinya bagi pembangunan daerah.

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang, Yuliadi Setiyawan menjelaskan, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menjaga komunikasi dan koordinasi yang baik dengan para pemangku kepentingan di sektor energi guna mendukung kelancaran aktivitas yang berlangsung di wilayah tersebut.

“Pemerintah Kabupaten Sampang senantiasa terbuka untuk membangun komunikasi yang baik dengan para pelaku industri energi,” katanya, menegaskan.

Ia pun berharap melalui koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah, perusahaan, dan pemangku kepentingan lainnya, kegiatan yang berjalan dapat tetap kondusif serta selaras dengan kepentingan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, Petronas Indonesia berharap hubungan baik yang telah terjalin dengan para pemangku kepentingan dapat terus dipelihara.

Semangat kebersamaan di bulan Ramadan diharapkan semakin memperkuat sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan mitra strategis dalam mendukung keberlanjutan kegiatan energi di wilayah Jawa Timur, khususnya Kabupaten Sampang. (KM-01)

Berita Terkait:

Tinggalkan komentar