PDI Perjuangan Jatim siapkan pembaruan strategi politik berbasis suara publik

kilasmadura

Ketua DPD PDI Perjuangaan Jawa Timur MH Said Abdullah (tengah). (Ist)
Ketua DPD PDI Perjuangaan Jawa Timur MH Said Abdullah (tengah). (Ist)

Sumenep (kilasmadura.com) – PDI Perjuangan Jawa Timur menyiapkan pembaruan strategi politik, komunikasi, dan program kerakyatan dengan berbasis data empiris dan suara publik.

Rencana tersebut dikatakan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur MH Said Abdullah setelah menerima hasil kajian dari acara “RedTalks: Suara Muda untuk Jatim Keren”.

“Kegiatan tersebut memberi peta yang jelas tentang arah suara rakyat. PDI Perjuangan Jawa Timur harus menata ulang strategi berdasarkan data, bukan insting. Rakyat ingin kedekatan, kejelasan program, dan kepemimpinan yang benar-benar berpihak,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (24/11).

Pada Sabtu (22/11), PDI Perjuangan Jawa Timur mengagas acara “RedTalks” yang diformat sebagai ruang dialog bagi berbagai organisasi dan komunitas anak muda dari seluruh Jawa Timur untuk menyampaikan pandangan kritis konstruktif.

Beragam tokoh hadir sebagai pemantik diskusi, diantaranya Budayawan Sujiwo Tejo, Presiden BEM FISIP Unair Irfan Yasin, Petani Milenial Ahmad Lafilian, pegiat media sosial Natasha Keniraras, Airlangga Pribadi (Dosen FISIP Unair), dan Yohan Wahyu (Litbang Kompas).

Said menjelaskan, hasil kajian “RedTalks” menunjukkan perubahan kebutuhan publik yang semakin menuntut keberpihakan nyata dari partai politik.

Strategi, komunikasi, dan program dari partai politik tidak lagi bisa bertumpu pada intuisi politik semata.

Said pun merinci empat langkah pembaruan yang akan menjadi acuan PDI Perjuangan Jatim dalam menyusun strategi menghadapi dinamika politik mendatang.

Fokus utama ke depan adalah memperkuat kerja pada isu ekonomi dasar seperti stabilitas harga pangan, dukungan bagi petani kecil, perlindungan pekerja informal, serta penguatan UMKM.

“Kami harus hadir di ruang dapur rakyat. Politik yang jauh dari persoalan ekonomi sehari-hari tidak akan mendapat tempat di hati warga,” ujarnya, menerangkan.

PDI Perjuangan Jatim akan meningkatkan intensitas turun langsung ke basis loyalis, mengoptimalkan pendekatan berbasis data bagi pemilih rasional, dan membuka ruang dialog kreatif untuk generasi muda.

Program pendidikan politik modern juga akan disiapkan untuk memperkuat pemahaman dan partisipasi politik mereka.

Semua lapisan masyarakat harus dirangkul dengan pendekatan yang sesuai kebutuhan mereka.

Selain itu, Unit Media PDI Perjuangan Jatim yang sudah berdiri selama 18 tahun akan digerakkan sebagai pusat produksi konten digital, dan sarana publikasi rekam jejak program kerakyatan, seperti BPJS kesehatan, dana desa, dan pusat monitoring isu publik.

“Inilah saatnya unit media mengambil peran strategis, bukan hanya dokumentasi, melainkan sebagai mesin narasi yang membentuk persepsi publik secara positif dan terukur,” katanya.

Aspirasi masyarakat yang dihimpun dalam “RedTalks” menunjukkan tingginya tuntutan atas integritas, kedekatan pemimpin, dan konsistensi dalam menepati janji.

Makanya, PDI Perjuangan Jatim akan memperketat disiplin kader, menyinergikan kerja kader legislatif dan eksekutif, dan menjaga komitmen terhadap program yang berdampak langsung bagi rakyat.

“Rakyat ingin bukti, bukan klaim. Kami memastikan seluruh kader bekerja dengan integritas dan keberpihakan yang jelas,” ujarnya, menambahkan.

Said memastikan PDI Perjuangan Jatim berkomitmen menjadikan hasil “RedTalks” sebagai fondasi pembaruan dalam menghadapi tantangan politik ke depan, mulai dari pemilih muda yang semakin kritis hingga lanskap digital dan tekanan ekonomi masyarakat.

“PDI Perjuangan Jawa Timur memiliki fondasi kuat. Namun, zaman bergerak cepat. Kami akan menjadikan hasil ‘RedTalks’ sebagai panduan untuk memperkuat dan memastikan keberpihakan kami benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya, menegaskan. (KM-01)

Berita Terkait:

Tinggalkan komentar