Sumenep (kilasmadura.com) – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumenep melaksanakan diskusi publik bertema: “Pilkada Lewat DPRD, Solusi atau Kemunduran Demokrasi” di salah satu hotel setempat, Rabu (21/1).
“Diskusi publik ini merupakan bagian dari komitmen dan keinginan JMSI untuk menghadirkan ruang literasi demokrasi yang sehat dan mencerdaskan masyarakat,” kata Ketua JMSI Sumenep, Supanji.
JMSI sebagai organisasi perusahaan media siber memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan diskursus publik yang objektif, berimbang, dan berbasis kepentingan rakyat.
Wacana pilkada lewat DPRD itu menyentuh langsung hak politik masyarakat, sehingga penting untuk dibahas secara terbuka.
“Diskusi publik ini tidak dimaksudkan untuk menggiring opini tertentu, akan tetapi membuka ruang pertukaran gagasan agar publik mendapatkan pemahaman yang utuh,” kata Supanji, menerangkan.
Diskusi publik yang digagas JMSI itu menghadirkan delapan narasumber, yakni Hosnan (Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep), Akhmadi Yasid (Fraksi PKB DPRD Sumenep), dan Moh. Fendi (Fraksi Demokrat DPRD Sumenep).
Selain itu, Asy’ari Muthhar (Fraksi PPP DPRD Sumenep), Ahmad Jauhari (Fraksi NasDem DPRD Sumenep), Holik (Fraksi Gerindra–PKS DPRD Sumenep), dan pengamat politik dan kebijakan publik dari Universitas Wiraraja Sumenep, Dr. Wilda Rasaili, M.A.
JMSI Sumenep berharap masyarakat dapat menilai secara kritis atas wacana pilkada lewat DPRD.
“Ini menjadi solusi tata kelola demokrasi yang lebih baik dalam konteks pilkada atau justru berpotensi menjadi kemunduran. Media harus berdiri di tengah, memberi ruang bagi semua pandangan,” kata Supanji, menegaskan. (KM-01)


